<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sunawar.com &#187; Open Source</title>
	<atom:link href="http://sunawar.com/category/open-source/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sunawar.com</link>
	<description>another side</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jul 2010 09:44:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Acak-acak lagu</title>
		<link>http://sunawar.com/2009/01/18/acak-acak-lagu/</link>
		<comments>http://sunawar.com/2009/01/18/acak-acak-lagu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 16:38:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunawar.com/2009/01/18/acak-acak-lagu/</guid>
		<description><![CDATA[Hobi dengerin musik rada keganggu nich semenjak naek motor, biasanya setel lagu di radio sekarang kaga bisa lagi.. HP sich bisa muter mp3 cuma kaga ada handsfreenya, adanya bluetooth handsfree. ribet kalo hpnya dipake dengerin lagu terus malah pas mau dipake nelp batrenya abis jadi repot sendiri. Kebetulan dapet ipod shuffle generasi kedua warna biru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hobi dengerin musik rada keganggu nich semenjak naek motor, biasanya setel lagu di radio sekarang kaga bisa lagi.. HP sich bisa muter mp3 cuma kaga ada handsfreenya, adanya bluetooth handsfree. ribet kalo hpnya dipake dengerin lagu terus malah pas mau dipake nelp batrenya abis jadi repot sendiri. <span id="more-147"></span></p>
<p>Kebetulan dapet ipod shuffle generasi kedua warna biru dengan kapasitas 1Gb, ipod beneran lho bukan ipot hehehe. biarpun udah lama dipasaran, boleh donk sedikit review dr pengguna. bentuknya mungil ukurannya hanya lebih besar sedikit dari memory card SD/MMC, menurut situs resminya ukurannya (pxlxt) = 41,2 mm x 27,3 mm x 10,5mm termasuk klip dengan berat 15,6 gram</p>
<p align="center"><a href="http://sunawar.com/wp-content/uploads/2009/01/img00116.jpg"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" title="IMG00116" src="http://sunawar.com/wp-content/uploads/2009/01/img00116-thumb.jpg" border="0" alt="IMG00116" width="244" height="181" /></a></p>
<p>Gambar dari <a href="http://www.apple.com/ipodshuffle/specs.html">situs resminya</a> sebagai berikut</p>
<p align="center"><img src="http://images.apple.com/ipodshuffle/images/specs_dimensions20080909.jpg" alt="" width="260" height="272" /></p>
<p>bentuk mungil bukan berarti kemampuannya bisa diremehkan lho.. dengan tombol lengkap dibagian depan untuk play/pause, next/previous, volume +/- serta tambahan tombol dibagian bawah untuk power dan shuffle. Kapasitas bisa menampung 200an lagu trus batrenya diklaim kuat 12 jam. satu lagi ada klipnya buat jepit shuffle ini ke baju atau ke tas.</p>
<p>Dari pemakaian sehari-hari paling cuma keisi 30an lagu.. dimana untuk perjalanan kurang dari sejam PP paling abis 15 lagu aja. batrenya jadi kuat tahan seminggu lebih ga di charge. ya soalnya cuma dipake kurang lebih satu jam aja sehari. Bentuk bodynya kokoh.. ga keitung udah berapa kali beradu ama lantai atau kepentok helm, udah gitu karena diklip dibagian depan jaket sering pas ujan gerimis lupa dimatiin, tapi masih kuat aja tuh..</p>
<p>cuma karena ini masih termasuk keluarga ipod, jadi seluruh proses pengisian lagu harus menggunakan itunes, tidak bisa langsung copy kedalam memory walaupun dapat berfungsi sebagai flashdisk. Memang bisa sich menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk memasukkan lagu tanpa itunes, tapi cukup repot mencarinya. sedangkan jika menggunakan linux ubuntu 8.04 dapat langsung terbaca dan dapat langsung mengisi lagu tanpa bantuan software apapun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunawar.com/2009/01/18/acak-acak-lagu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya bisa nyumbang apa??</title>
		<link>http://sunawar.com/2008/11/23/saya-bisa-nyumbang-apa/</link>
		<comments>http://sunawar.com/2008/11/23/saya-bisa-nyumbang-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 09:20:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunawar.com/2008/11/23/saya-bisa-nyumbang-apa/</guid>
		<description><![CDATA[“Saya kan ga bisa mrogram, make komputer aja jarang-jarang, kalo mau nyumbang duit belom mampu. Mana bisa saya berpartisipasi dalam program Open Source? Paling cuma bisa makenya aja.” Mungkin kata-kata itu pernah tersirat dalam pikiran anda, bahkan saya juga tadinya berfikir seperti itu, hanya saja ternyata saya salah besar, untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan Open [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Saya kan ga bisa mrogram, make komputer aja jarang-jarang, kalo mau nyumbang duit belom mampu. Mana bisa saya berpartisipasi dalam program Open Source? Paling cuma bisa makenya aja.”</p></blockquote>
<p>Mungkin kata-kata itu pernah tersirat dalam pikiran anda, bahkan saya juga tadinya berfikir seperti itu, hanya saja ternyata saya salah besar, untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan Open Source bukan hanya orang-orang yang pintar dan jago mrogram saja, juga bukan orang yang punya dana banyak, namun orang-orang awam seperti saya dan Anda dapat berperan penting dalam pengembangan Open Source program</p>
<p>Salah satu caranya adalah dengan menjadi sukarelawan untuk mencoba program-program baru yang sedang dibuat oleh pemrogram Open Source (beta program) dan memberikan masukan atau input terhadap kekurangan atau kelebihan dari program itu. Setiap masukan akan membantu pengembangan program itu lebih jauh sehingga diharapkan program itu siap digunakan tanpa ada bug atau kesalahan program.</p>
<p>Kemudian kalau bahasa inggrisnya lumayan bisa bantuin terjemahin programnya yang biasanya bahasa inggris ke bahasa indonesia, sehingga pemakai awam yang lain lebih terbantu bila menggunakan bahasa yang dimengerti olehnya. Banyak orang mengikuti milis linux atau open source untuk belajar program-program Open Source.  Andai Anda sudah lebih paham mengenai linux atau program open source lain, Anda bisa ikut milis untuk membantu pemakai yang baru nyoba-nyoba linux atau aplikasi open source lainnya.</p>
<p>Menyebarkan atau mempromosikan aplikasi open source dengan mengistall di komputer pribadi atau melalui tulisan di blog dsb, supaya aplikasinya dikenal banyak orang juga membantu penyebaran Open Source. Dengan menggunakan program gratis dari Open Source, sudah membantu mengurangi pembajakan terhadap program-program berbayar lainnya, semakin banyak orang yang menggunakan program bajakan akan menghambat perkembangan program open source karena sedikit orang yang memberi masukan terhadap programnya.</p>
<p>Mungkin Windows kita original dapet dari beli laptop/pc tetapi sepertinya jarang Officenya original, soalnya program Microsoft Office bisa ratusan dollar, terus paling juga beli CD Bajakannya di mall. Daripada membeli CD bajakan senilai 10-30 rb bahkan lebih apabila beli DVD bajakan, lebih baik sumbangin duitnya 5-10 dollar (paling 50-100rb) buat Open Source, kalo emang lagi ada duit lho.</p>
<p>Bahkan dengan menggunakan aplikasi tertentu doang udah ngebantuin loh. Misalnya Mozilla Firefox itu dapet duit dari Google, Kalau kita ngesearch dengan google terus ngeklik iklan yang di google, nanti mozilla foundation dapet duit.</p>
<p>Jadi masih berfikiran ga bisa bantu apa-apa buat open source?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunawar.com/2008/11/23/saya-bisa-nyumbang-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Linux di ponselku</title>
		<link>http://sunawar.com/2008/11/23/ada-linux-di-ponselku/</link>
		<comments>http://sunawar.com/2008/11/23/ada-linux-di-ponselku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 05:40:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunawar.com/2008/11/23/ada-linux-di-ponselku/</guid>
		<description><![CDATA[Android ya?? Ponsel Linux buatan si Google?? atau Motorolla MontaVista? atau mungkin Nokia N800 internet tablet? Bukan.. ini bukan soal membahas ponsel linux yg keluar dari pabrik. Tapi soal nginstall Linux di PDA berbasis Windows Mobile, seperti yang pernah saya lakukan sewaktu menginstall Dos dan windows 3.x di SPV m5000 saya. Setelah saya search di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Android ya?? Ponsel Linux buatan si Google?? atau Motorolla MontaVista? atau mungkin Nokia N800 internet tablet? Bukan.. ini bukan soal membahas <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Embedded_Linux">ponsel linux yg keluar dari pabrik</a>. Tapi soal nginstall Linux di PDA berbasis Windows Mobile, seperti yang pernah saya lakukan sewaktu <a href="http://sunawar.com/2008/11/13/jalanin-dos-di-windows-mobile/">menginstall Dos dan windows 3.x di SPV m5000</a> saya.</p>
<p>Setelah saya search di google SPV M5000 merupakan nama lain dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Qtek_9000">HTC Universal</a> yang memiliki banyak nama, beberapa distro linux yang tersedia untuk HTC universal ini dapat didownload <a href="http://linuxtogo.org/~htcpxa/htcuniversal/index.html">disini</a>. Saya mencoba untuk menjalankan dua buah distro linux yaitu <a href="http://www.linuxtogo.org/~htcpxa/htcuniversal/images/OpenMoko/">OpenMoko</a> dan <a href="http://www.linuxtogo.org/~htcpxa/htcuniversal/images/Qtopia/">Qtopia</a>, Instalasi Qtopia dan OpenMoko cukup mudah, yaitu dengan cara mendownload file .cab, lalu diletakkan di memorycard ponsel lalu dijalankan, instalasi ini akan memakan waktu sekitar 10 menit dan memakan ruang sekitar 100Mb, namun setelah terinstal untuk menjalankan lagi cukup cepat.</p>
<p>Distro OpenMoko berjalan pada mode Landscape (mendatar) dimana menu-menunya dapat diakses melalui layar touchscreennya yang responnya cukup cepat, pengetikan tulisan dapat melalui onscreen keyboard ataupun melalui hard keyboard. OpenMoko memiliki semacam task manager yang dapat mengetahui aplikasi apa saja yang sedang berjalan. </p>
<p>Sedangkan distro Qtopia berjalan pada mode portrait (tegak) yang menu-menunya juga dapat diakses melalui touchscreennya, namun karena posisi layar yang mendatar, keyboard bawaannya tidak dapat dipergunakan, jadi input tulisan hanya dengan onscreen keyboard saja. Respon menu tergolong lambat dan sensitivitas layarnya kurang dibanding dengan OpenMoko, namun aplikasinya lebih mudah dipergunakan karena layarnya tegak seperti ponsel biasa</p>
<p>Kelemahan dari kedua Distro tersebut adalah belum mampu mengoptimalkan hardware yang ada di HTC Universal itu, seperti kamera, Wifi, Koneksi 3G dan tidak bisa rotasi layar secara otomatis yang merupakan fitur bawaan PDA itu. Kemudian ketika menjalankan linux, sistem operasi windowsnya akan non-aktif karena distro ini bukanlah emulator yang berjalan dibawah windows mobile namun memiliki sistem tersendiri, </p>
<p>Managemen daya pada distro ini masih kurang bagus, sehingga baterai cepat habis dan badan ponsel terasa hangat yang sepertinya berasal dari baterai. Untuk keluar dari sistem linux ini, disediakan menu untuk keluar dengan menahan tombol power, namun sampai sekarang saya belum berhasil langsung masuk ke windows mobile lagi kecuali dengan melakukan softreset.</p>
<p>Distro linux untuk PDA berbasis windows merupakan alternatif bagi seseorang yang bosan dengan tampilan dan sistem windowsnya dan ingin mencoba ponsel linux. Apabila seluruh hardware dalam ponsel ini dapat bekerja dengan maksimal, bukan tidak mungkin distro ini menjadi pengganti sistem operasi dalam ponsel saya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunawar.com/2008/11/23/ada-linux-di-ponselku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisakah program-program yang ada di Ubuntu menggantikan program yang sehari-hari saya pakai di Windows?</title>
		<link>http://sunawar.com/2008/11/21/bisakah-program-program-yang-ada-di-ubuntu-menggantikan-program-yang-sehari-hari-saya-pakai-di-windows/</link>
		<comments>http://sunawar.com/2008/11/21/bisakah-program-program-yang-ada-di-ubuntu-menggantikan-program-yang-sehari-hari-saya-pakai-di-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 16:31:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunawar.com/2008/11/21/bisakah-program-program-yang-ada-di-ubuntu-menggantikan-program-yang-sehari-hari-saya-pakai-di-windows/</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh temen-temen saya… Yahh. emang sich setiap sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun untuk memulai belajar menggunakan suatu sistem operasi yang berbeda memerlukan “keberanian” tersendiri, terlebih lagi apabila sudah terbiasa atau bergantung kepada suatu program yang terdapat pada sistem operasi yang lama. Distro linux yang saya coba, yaitu Ubuntu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh temen-temen saya… Yahh. emang sich setiap sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun untuk memulai belajar menggunakan suatu sistem operasi yang berbeda memerlukan “keberanian” tersendiri, terlebih lagi apabila sudah terbiasa atau bergantung kepada suatu program yang terdapat pada sistem operasi yang lama.</p>
<p>Distro linux yang saya coba, yaitu Ubuntu, saya rasa sudah mencukupi untuk kebutuhan harian saya, seperti untuk sekedar browsing dan chatting di rumah, kantor, cafe atau kampus karena seluruh driver sudah berjalan dengan sempurna, sehingga tidak ada kesulitan dalam mengakses internet via Lan, Wifi ataupun melalui dialup modem. </p>
<p>Lalu apakah kegunaan laptop hanya untuk browsing dan chatting saja? Seperti posting saya <a href="http://sunawar.com/2008/11/17/berkenalan-dengan-open-source-tanpa-disadari/">sebelumnya</a> untuk browsing langsung paham menggunakan Mozzila Firefox, soalnya sama persis dengan versi windows, terus untuk Ym memakai pidgin. Hal yang sangat penting dari sebuah notebook adalah kemampuannya untuk membuat dokumen atau worksheet dan untuk presentasi, semuanya itu juga bisa langsung dilakukan oleh Ubuntu soalnya udah ada OpenOffice yang kompatibel dengan format Doc Microsoft Word. Namun pada versi 2.4 milik saya untuk file extension docx baru bisa untuk membuka saja, belum dapat untuk mengedit.</p>
<p>Hal lain saya sempat kesulitan untuk memutar koleksi film dan lagu-lagu yang terdapat di hardisk saya, karena program Totem Movie Player mengatakan tidak ada codec yang sesuai, tapi diberi pilihan untuk download ke internet, setelah download codecnya, langsung bisa buat muter semua koleksi film-film saya. Berlanjut ke Rhythmbox Music Player yang tidak hanya bisa memutar dan mengorganisir koleksi lagu-lagu saya, juga bisa untuk memanage lagu di iPod saya. yang pada awalnya saya bingung bagaimana cara memanage lagu di iPod ternyata setelah di sambung ke USB langsung dikenali oleh Rhythmbox dan dapat menambah lagu sesuka hati tanpa perlu menghapus isinya (FYI: iPod hanya bisa disinkronisasi dengan satu iTunes, kalau ganti komputer biasanya isinya musti dihapus dulu) .</p>
<p>Nah hanya dengan beberapa program-program bawaan tadi saya sudah bisa bekerja dan bermain serta menghibur diri dengan Ubuntu, tapi, masih ada tapinya lho beberapa program saya rasa masih lebih bagus yang jalan di windows, setidaknya sampai saat ini belum menemukan program buat gantiin Windows Live Writer yang saya pakai buat ngetik blog ini, jadi saya masih butuh windows, yang ternyata bisa saya jalankan dari dalam Ubuntu dengan menginstall virtual box</p>
<p>Soal instalasi Virtual box ini bakal diteruskan besok aja. Soalnya virtual box ini saya rasa berguna banget buat orang yang mau pindah ke linux, tapi masih ada satu dua program yang masih harus jalan di windows.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunawar.com/2008/11/21/bisakah-program-program-yang-ada-di-ubuntu-menggantikan-program-yang-sehari-hari-saya-pakai-di-windows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Driver Ubuntu 8.04 di Presario 3837 (bagian 2)</title>
		<link>http://sunawar.com/2008/11/21/instalasi-driver-ubuntu-804-di-presario-3837-bagian-2/</link>
		<comments>http://sunawar.com/2008/11/21/instalasi-driver-ubuntu-804-di-presario-3837-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2008 17:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sunawar.com/2008/11/21/instalasi-driver-ubuntu-804-di-presario-3837-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Hal berikut yang ingin saya install adalah driver Wifi, karena laptop tanpa wifi itu kok rasanya ada yang kurang. Menggunakan perintah lspci dari terminal, maka diperoleh jenis wifi yang ada di laptop ini root@aris-buntu:~# lspci …… 05:00.0 Ethernet controller: Marvell Technology Group Ltd. 88E8039 PCI-E Fast Ethernet Controller (rev 14) 07:00.0 Network controller: Broadcom Corporation [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hal berikut yang ingin saya install adalah driver Wifi, karena laptop tanpa wifi itu kok rasanya ada yang kurang. Menggunakan perintah lspci dari terminal, maka diperoleh jenis wifi yang ada di laptop ini</p>
<p>root@aris-buntu:~# lspci    <br />……</p>
<p>05:00.0 Ethernet controller: Marvell Technology Group Ltd. 88E8039 PCI-E Fast Ethernet Controller (rev 14)    <br />07:00.0 Network controller: Broadcom Corporation BCM4312 802.11b/g (rev 01)     <br />….</p>
<p>Setelah diketahui tipe kartu jaringannya, maka dengan penelurusan internet diperoleh driver dari wesbite Broadcom, dimana untuk driver wifinya dapat didownload <a href="http://www.broadcom.com/docs/linux_sta/hybrid-portsrc-x86_32_5_10_27_6.tar.gz">disini</a> dan file petunjuknya ada <a href="http://www.broadcom.com/docs/linux_sta/README.txt">disini</a>. Berdasarkan petunjuknya maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut dengan asumsi bahwa file hasil download tersebut ada di Desktop, hal pertama adalah mengekstrak filenya</p>
<p>root@aris-buntu:~# cd Desktop    <br />root@aris-buntu:~/Desktop# mkdir hybrid_wl     <br />root@aris-buntu:~/Desktop# cd hybrid_wl     <br />root@aris-buntu:~/Desktop/hybrid_wl# tar -xzf /home/aris/Desktop/hybrid-portsrc-x86_32_5_10_27_6.tar.gz     </p>
<p>Selanjutnya kita perlu tahu versi kernel kita untuk langkah selanjutnya, bisa diketahui dengan cara uname -r</p>
<p>root@aris-buntu:~/Desktop/hybrid_wl# uname -r    <br />2.6.24-16-generic&#160;&#160;&#160; <strong>&#8211;&gt; ini versi kernel laptop saya</strong></p>
<p>catat versi kernel tersebut untuk membuat file wl.ko dengan cara</p>
<p>root@aris-buntu:~# make -C /lib/modules/&lt;2.6.xx.xx&gt;/build M=`pwd` </p>
<p>Sekarang seharusnya terdapat file wl.ko didalam direktori hybrid_wl</p>
<p><strong>Perhatian : </strong></p>
<p><strong>1. Perhatikan tanda kutip pada `pwd` jangan tertukar dengan tanda ‘pwd’</strong></p>
<p><strong>2. Ganti &lt;2.6.xx.xx&gt; dengan versi kernel anda</strong></p>
<p><strong>contoh untuk laptop saya perintahnya menjadi </strong></p>
<p>root@aris-buntu:~# make -C /lib/modules/2.6.24-16-generic/build M=`pwd`</p>
<p>make: Entering directory `/usr/src/linux-headers-2.6.24-16-generic&#8217;    <br />&#160; LD&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/built-in.o     <br />&#160; CC [M]&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/src/wl/sys/wl_linux.o     <br />&#160; CC [M]&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/src/wl/sys/wl_iw.o     <br />&#160; CC [M]&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/src/shared/linux_osl.o     <br />&#160; LD [M]&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.o     <br />&#160; Building modules, stage 2.     <br />&#160; MODPOST 1 modules     <br />&#160; CC&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.mod.o     <br />&#160; LD [M]&#160; /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.ko     <br />make: Leaving directory `/usr/src/linux-headers-2.6.24-16-generic&#8217;</p>
<p>Mulai instalasi driver wifi </p>
<p>root@aris-buntu:~# insmod /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.ko </p>
<p>Seharusnya wifi telah berjalan dapat dilihat di ikon jaringan di taskbar atas</p>
<p>&#160;</p>
<p>Namun apabila komputer di restart, maka driver tersebut akan hilang lagi, untuk membuat driver tersebut diload ketika Ubuntu startup, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut</p>
<p>masuk terminal root, untuk mencegah driver bawaan tidak di load</p>
<p>root@aris-buntu:~# gedit /etc/modprobe.d/blacklist </p>
<p>tambahkan baris berikut ini di akhir file    <br />#############################     <br />blacklist b43     <br />blacklist b43legacy     <br />blacklist bcm43xx     <br />############################# </p>
<p>kemudian simpan</p>
<p>berikutnya kita copy driver wlan (wl.ko)&#160; dari direktori direktori hybrid_wl kedalam sistem </p>
<p>root@aris-buntu:~# mkdir /lib/modules/2.6.24-16-generic/wlan    <br />root@aris-buntu:~# cd hybrid_wl     <br />root@aris-buntu:~# cp /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.ko /lib/modules/2.6.24-16-generic/wlan </p>
<p>Kemudian supaya drivernya bisa memakai enkripsi (wpa/wep). </p>
<p>root@aris-buntu:~# gedit /etc/modules </p>
<p>tambahkan di baris terakhir:    <br />######################     <br />ieee80211_crypt_tkip     <br />###################### </p>
<p>kemudian simpan</p>
<p>Terakhir, agar drivernya diload waktu startup </p>
<p>root@aris-buntu:~# gedit /etc/rc.local </p>
<p>Lihat di baris paling akhir,&#160; kalau ada tulisan &quot;exit 0&quot;, sisipkan baris ini sebelum baris &quot;exit 0&quot; </p>
<p>################    <br />insmod /lib/modules/2.6.24-16-generic/wlan/wl.ko     <br />################ </p>
<p>Jika tidak ada baris yg tulisannya &quot;exit 0&quot;, tambahkan saja baris insmod di paling bawah</p>
<p>simpan kemudian restart, maka driver wifi akan diload secara otomatis..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sunawar.com/2008/11/21/instalasi-driver-ubuntu-804-di-presario-3837-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
