sunawar.com

Open Source

Acak-acak lagu

by admin on Jan.18, 2009, under Open Source, lagu

Hobi dengerin musik rada keganggu nich semenjak naek motor, biasanya setel lagu di radio sekarang kaga bisa lagi.. HP sich bisa muter mp3 cuma kaga ada handsfreenya, adanya bluetooth handsfree. ribet kalo hpnya dipake dengerin lagu terus malah pas mau dipake nelp batrenya abis jadi repot sendiri. (continue reading…)

Leave a Comment more...

Saya bisa nyumbang apa??

by admin on Nov.23, 2008, under Open Source

“Saya kan ga bisa mrogram, make komputer aja jarang-jarang, kalo mau nyumbang duit belom mampu. Mana bisa saya berpartisipasi dalam program Open Source? Paling cuma bisa makenya aja.”

Mungkin kata-kata itu pernah tersirat dalam pikiran anda, bahkan saya juga tadinya berfikir seperti itu, hanya saja ternyata saya salah besar, untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan Open Source bukan hanya orang-orang yang pintar dan jago mrogram saja, juga bukan orang yang punya dana banyak, namun orang-orang awam seperti saya dan Anda dapat berperan penting dalam pengembangan Open Source program

Salah satu caranya adalah dengan menjadi sukarelawan untuk mencoba program-program baru yang sedang dibuat oleh pemrogram Open Source (beta program) dan memberikan masukan atau input terhadap kekurangan atau kelebihan dari program itu. Setiap masukan akan membantu pengembangan program itu lebih jauh sehingga diharapkan program itu siap digunakan tanpa ada bug atau kesalahan program.

Kemudian kalau bahasa inggrisnya lumayan bisa bantuin terjemahin programnya yang biasanya bahasa inggris ke bahasa indonesia, sehingga pemakai awam yang lain lebih terbantu bila menggunakan bahasa yang dimengerti olehnya. Banyak orang mengikuti milis linux atau open source untuk belajar program-program Open Source.  Andai Anda sudah lebih paham mengenai linux atau program open source lain, Anda bisa ikut milis untuk membantu pemakai yang baru nyoba-nyoba linux atau aplikasi open source lainnya.

Menyebarkan atau mempromosikan aplikasi open source dengan mengistall di komputer pribadi atau melalui tulisan di blog dsb, supaya aplikasinya dikenal banyak orang juga membantu penyebaran Open Source. Dengan menggunakan program gratis dari Open Source, sudah membantu mengurangi pembajakan terhadap program-program berbayar lainnya, semakin banyak orang yang menggunakan program bajakan akan menghambat perkembangan program open source karena sedikit orang yang memberi masukan terhadap programnya.

Mungkin Windows kita original dapet dari beli laptop/pc tetapi sepertinya jarang Officenya original, soalnya program Microsoft Office bisa ratusan dollar, terus paling juga beli CD Bajakannya di mall. Daripada membeli CD bajakan senilai 10-30 rb bahkan lebih apabila beli DVD bajakan, lebih baik sumbangin duitnya 5-10 dollar (paling 50-100rb) buat Open Source, kalo emang lagi ada duit lho.

Bahkan dengan menggunakan aplikasi tertentu doang udah ngebantuin loh. Misalnya Mozilla Firefox itu dapet duit dari Google, Kalau kita ngesearch dengan google terus ngeklik iklan yang di google, nanti mozilla foundation dapet duit.

Jadi masih berfikiran ga bisa bantu apa-apa buat open source?

Leave a Comment more...

Ada Linux di ponselku

by admin on Nov.23, 2008, under Open Source

Android ya?? Ponsel Linux buatan si Google?? atau Motorolla MontaVista? atau mungkin Nokia N800 internet tablet? Bukan.. ini bukan soal membahas ponsel linux yg keluar dari pabrik. Tapi soal nginstall Linux di PDA berbasis Windows Mobile, seperti yang pernah saya lakukan sewaktu menginstall Dos dan windows 3.x di SPV m5000 saya.

Setelah saya search di google SPV M5000 merupakan nama lain dari HTC Universal yang memiliki banyak nama, beberapa distro linux yang tersedia untuk HTC universal ini dapat didownload disini. Saya mencoba untuk menjalankan dua buah distro linux yaitu OpenMoko dan Qtopia, Instalasi Qtopia dan OpenMoko cukup mudah, yaitu dengan cara mendownload file .cab, lalu diletakkan di memorycard ponsel lalu dijalankan, instalasi ini akan memakan waktu sekitar 10 menit dan memakan ruang sekitar 100Mb, namun setelah terinstal untuk menjalankan lagi cukup cepat.

Distro OpenMoko berjalan pada mode Landscape (mendatar) dimana menu-menunya dapat diakses melalui layar touchscreennya yang responnya cukup cepat, pengetikan tulisan dapat melalui onscreen keyboard ataupun melalui hard keyboard. OpenMoko memiliki semacam task manager yang dapat mengetahui aplikasi apa saja yang sedang berjalan.

Sedangkan distro Qtopia berjalan pada mode portrait (tegak) yang menu-menunya juga dapat diakses melalui touchscreennya, namun karena posisi layar yang mendatar, keyboard bawaannya tidak dapat dipergunakan, jadi input tulisan hanya dengan onscreen keyboard saja. Respon menu tergolong lambat dan sensitivitas layarnya kurang dibanding dengan OpenMoko, namun aplikasinya lebih mudah dipergunakan karena layarnya tegak seperti ponsel biasa

Kelemahan dari kedua Distro tersebut adalah belum mampu mengoptimalkan hardware yang ada di HTC Universal itu, seperti kamera, Wifi, Koneksi 3G dan tidak bisa rotasi layar secara otomatis yang merupakan fitur bawaan PDA itu. Kemudian ketika menjalankan linux, sistem operasi windowsnya akan non-aktif karena distro ini bukanlah emulator yang berjalan dibawah windows mobile namun memiliki sistem tersendiri,

Managemen daya pada distro ini masih kurang bagus, sehingga baterai cepat habis dan badan ponsel terasa hangat yang sepertinya berasal dari baterai. Untuk keluar dari sistem linux ini, disediakan menu untuk keluar dengan menahan tombol power, namun sampai sekarang saya belum berhasil langsung masuk ke windows mobile lagi kecuali dengan melakukan softreset.

Distro linux untuk PDA berbasis windows merupakan alternatif bagi seseorang yang bosan dengan tampilan dan sistem windowsnya dan ingin mencoba ponsel linux. Apabila seluruh hardware dalam ponsel ini dapat bekerja dengan maksimal, bukan tidak mungkin distro ini menjadi pengganti sistem operasi dalam ponsel saya.

1 Comment more...

Bisakah program-program yang ada di Ubuntu menggantikan program yang sehari-hari saya pakai di Windows?

by admin on Nov.21, 2008, under Open Source

Pertanyaan yang sering dilontarkan oleh temen-temen saya… Yahh. emang sich setiap sistem operasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, namun untuk memulai belajar menggunakan suatu sistem operasi yang berbeda memerlukan “keberanian” tersendiri, terlebih lagi apabila sudah terbiasa atau bergantung kepada suatu program yang terdapat pada sistem operasi yang lama.

Distro linux yang saya coba, yaitu Ubuntu, saya rasa sudah mencukupi untuk kebutuhan harian saya, seperti untuk sekedar browsing dan chatting di rumah, kantor, cafe atau kampus karena seluruh driver sudah berjalan dengan sempurna, sehingga tidak ada kesulitan dalam mengakses internet via Lan, Wifi ataupun melalui dialup modem.

Lalu apakah kegunaan laptop hanya untuk browsing dan chatting saja? Seperti posting saya sebelumnya untuk browsing langsung paham menggunakan Mozzila Firefox, soalnya sama persis dengan versi windows, terus untuk Ym memakai pidgin. Hal yang sangat penting dari sebuah notebook adalah kemampuannya untuk membuat dokumen atau worksheet dan untuk presentasi, semuanya itu juga bisa langsung dilakukan oleh Ubuntu soalnya udah ada OpenOffice yang kompatibel dengan format Doc Microsoft Word. Namun pada versi 2.4 milik saya untuk file extension docx baru bisa untuk membuka saja, belum dapat untuk mengedit.

Hal lain saya sempat kesulitan untuk memutar koleksi film dan lagu-lagu yang terdapat di hardisk saya, karena program Totem Movie Player mengatakan tidak ada codec yang sesuai, tapi diberi pilihan untuk download ke internet, setelah download codecnya, langsung bisa buat muter semua koleksi film-film saya. Berlanjut ke Rhythmbox Music Player yang tidak hanya bisa memutar dan mengorganisir koleksi lagu-lagu saya, juga bisa untuk memanage lagu di iPod saya. yang pada awalnya saya bingung bagaimana cara memanage lagu di iPod ternyata setelah di sambung ke USB langsung dikenali oleh Rhythmbox dan dapat menambah lagu sesuka hati tanpa perlu menghapus isinya (FYI: iPod hanya bisa disinkronisasi dengan satu iTunes, kalau ganti komputer biasanya isinya musti dihapus dulu) .

Nah hanya dengan beberapa program-program bawaan tadi saya sudah bisa bekerja dan bermain serta menghibur diri dengan Ubuntu, tapi, masih ada tapinya lho beberapa program saya rasa masih lebih bagus yang jalan di windows, setidaknya sampai saat ini belum menemukan program buat gantiin Windows Live Writer yang saya pakai buat ngetik blog ini, jadi saya masih butuh windows, yang ternyata bisa saya jalankan dari dalam Ubuntu dengan menginstall virtual box

Soal instalasi Virtual box ini bakal diteruskan besok aja. Soalnya virtual box ini saya rasa berguna banget buat orang yang mau pindah ke linux, tapi masih ada satu dua program yang masih harus jalan di windows.

Leave a Comment more...

Instalasi Driver Ubuntu 8.04 di Presario 3837 (bagian 2)

by admin on Nov.21, 2008, under Open Source, tips

Hal berikut yang ingin saya install adalah driver Wifi, karena laptop tanpa wifi itu kok rasanya ada yang kurang. Menggunakan perintah lspci dari terminal, maka diperoleh jenis wifi yang ada di laptop ini

root@aris-buntu:~# lspci
……

05:00.0 Ethernet controller: Marvell Technology Group Ltd. 88E8039 PCI-E Fast Ethernet Controller (rev 14)
07:00.0 Network controller: Broadcom Corporation BCM4312 802.11b/g (rev 01)
….

Setelah diketahui tipe kartu jaringannya, maka dengan penelurusan internet diperoleh driver dari wesbite Broadcom, dimana untuk driver wifinya dapat didownload disini dan file petunjuknya ada disini. Berdasarkan petunjuknya maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut dengan asumsi bahwa file hasil download tersebut ada di Desktop, hal pertama adalah mengekstrak filenya

root@aris-buntu:~# cd Desktop
root@aris-buntu:~/Desktop# mkdir hybrid_wl
root@aris-buntu:~/Desktop# cd hybrid_wl
root@aris-buntu:~/Desktop/hybrid_wl# tar -xzf /home/aris/Desktop/hybrid-portsrc-x86_32_5_10_27_6.tar.gz

Selanjutnya kita perlu tahu versi kernel kita untuk langkah selanjutnya, bisa diketahui dengan cara uname -r

root@aris-buntu:~/Desktop/hybrid_wl# uname -r
2.6.24-16-generic    –> ini versi kernel laptop saya

catat versi kernel tersebut untuk membuat file wl.ko dengan cara

root@aris-buntu:~# make -C /lib/modules/<2.6.xx.xx>/build M=`pwd`

Sekarang seharusnya terdapat file wl.ko didalam direktori hybrid_wl

Perhatian :

1. Perhatikan tanda kutip pada `pwd` jangan tertukar dengan tanda ‘pwd’

2. Ganti <2.6.xx.xx> dengan versi kernel anda

contoh untuk laptop saya perintahnya menjadi

root@aris-buntu:~# make -C /lib/modules/2.6.24-16-generic/build M=`pwd`

make: Entering directory `/usr/src/linux-headers-2.6.24-16-generic’
  LD      /home/aris/Desktop/hybrid_wl/built-in.o
  CC [M]  /home/aris/Desktop/hybrid_wl/src/wl/sys/wl_linux.o
  CC [M]  /home/aris/Desktop/hybrid_wl/src/wl/sys/wl_iw.o
  CC [M]  /home/aris/Desktop/hybrid_wl/src/shared/linux_osl.o
  LD [M]  /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.o
  Building modules, stage 2.
  MODPOST 1 modules
  CC      /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.mod.o
  LD [M]  /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.ko
make: Leaving directory `/usr/src/linux-headers-2.6.24-16-generic’

Mulai instalasi driver wifi

root@aris-buntu:~# insmod /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.ko

Seharusnya wifi telah berjalan dapat dilihat di ikon jaringan di taskbar atas

 

Namun apabila komputer di restart, maka driver tersebut akan hilang lagi, untuk membuat driver tersebut diload ketika Ubuntu startup, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut

masuk terminal root, untuk mencegah driver bawaan tidak di load

root@aris-buntu:~# gedit /etc/modprobe.d/blacklist

tambahkan baris berikut ini di akhir file
#############################
blacklist b43
blacklist b43legacy
blacklist bcm43xx
#############################

kemudian simpan

berikutnya kita copy driver wlan (wl.ko)  dari direktori direktori hybrid_wl kedalam sistem

root@aris-buntu:~# mkdir /lib/modules/2.6.24-16-generic/wlan
root@aris-buntu:~# cd hybrid_wl
root@aris-buntu:~# cp /home/aris/Desktop/hybrid_wl/wl.ko /lib/modules/2.6.24-16-generic/wlan

Kemudian supaya drivernya bisa memakai enkripsi (wpa/wep).

root@aris-buntu:~# gedit /etc/modules

tambahkan di baris terakhir:
######################
ieee80211_crypt_tkip
######################

kemudian simpan

Terakhir, agar drivernya diload waktu startup

root@aris-buntu:~# gedit /etc/rc.local

Lihat di baris paling akhir,  kalau ada tulisan "exit 0", sisipkan baris ini sebelum baris "exit 0"

################
insmod /lib/modules/2.6.24-16-generic/wlan/wl.ko
################

Jika tidak ada baris yg tulisannya "exit 0", tambahkan saja baris insmod di paling bawah

simpan kemudian restart, maka driver wifi akan diload secara otomatis..

1 Comment more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Visit our friends!

A few highly recommended friends...